Senin, 15 September 2014

RSIA ASSYIFA – Perawat & Rekam Medis


RSIA ASSYIFA
Jl. Paus Raya No.1 Perumnas Karawaci Baru Kota Tangerang
Sebuah rumah sakit ibu & anak yg sedang mengembangkan perawatan anak membutuhkan perawat & Rekam Medis, dengan
Kriteria :
  1. Pendidikan D3
  2. Muslim/ Muslimah
  3. Siap mengembangkan diri & bekerja dalam Tim
  4. Belum Menikah
  5. Baru lulus tidak masalah
  6. Dll
Segera kirimkan lamarannya
Cp. Bpk. Iwan Ridwan 0813 9957 0707
RSIA ASSYIFA
Jl. Paus Raya No.1 Perumnas Karawaci Baru Kota Tangerang

Read More..

Selasa, 15 Juli 2014

Seminar Nasional Peran Tenaga Kesehatan Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Terkait Implementasi Program INA CBG’S


Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan bersama dengan Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (HMJ RMIK) menyelenggarakan Seminar Nasional pada yang dihadiri oleh para pendidik, para Tenaga Kesehatan meliputi; dokter, perawat, analis, dan perekam medis serta lomba koding yang akan diikuti juga oleh mahasiswa aktif yang diselenggarakan pada 12 Juli 2014 di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul.
Maksud dan tujuan acara ini antara lain:
  • Mengetahui kebijakan terkait pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Memberi gambaran tentang pelaksanaan program INA CBG’S
  • Meningkatkan pengetahuan dan kualitas Tenaga Kesehatan dalam persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Memperluas wawasan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan program INA CBG’S di Rumah Sakit
  • Memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i untuk mengenal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mengimplementasikan Program INA CBG’S dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam pengkodingan
Sebagai pembicara dalam acara ini antara lain:
  1. Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
  2. Perwakilan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)
  3. Pembinan PORMIKI, DR. Dra. Gemala Hatta, MRA, M.Kes
  4. Ketua Umum DPP PORMIKI, Elise Garmelia, AmdPerKes, SKM, S.Sos, M.Si
Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, harus dibentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan Undang-Undang yang merupakan transformasi keempat Badan Usaha Milik Negara untuk mempercepat terselenggaranya sistem jaminan sosial nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui BPJS pemerintah menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional yang mengimplementasikan program INA CBG’S. Melalui INA-CBG’S diharapkan dapat meningkatkan mutu dan efisiensi rumah sakit. INA-CBG’S merupakan sistem pengelompokan penyakit berdasarkan ciri klinis yang sama dan sumber daya yang digunakan dalam pengobatan berbentuk paket yang mencakup seluruh komponen biaya RS. Berbasis pada data costing dan coding penyakit mengacu International Classification of Diseases (ICD) 10 dan ICD 9 yang disusun WHO.
Melihat adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terkait Implementasi dalam INA CBG’S terutama pada pengkodean INA CBG’S. Maka perlu adanya upaya mempersiapkan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan program JKN di masing-masing rumah sakit. Adapun tema kegiatan ini adalah Peran Tenaga Kesehatan Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Terkait Implementasi Program INA CBG’S. Acara ini diadakan untuk dapat memberikan pengenalan dan pemahaman bagi para direktur rumah sakit, dokter, perawat, praktisi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, tenaga kesehatan lainnya serta mahasiswa & pendidik dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan yang terkait dengan implementasi program INA CBG’S di Rumah Sakit.

Read More..

Minggu, 13 Juli 2014

Seminar Nasional Peran Tenaga Kesehatan Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Terkait Implementasi Program INA CBG’S

Share
Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan bersama dengan Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (HMJ RMIK) menyelenggarakan Seminar Nasional pada yang dihadiri oleh para pendidik, para Tenaga Kesehatan meliputi; dokter, perawat, analis, dan perekam medis serta lomba koding yang akan diikuti juga oleh mahasiswa aktif yang diselenggarakan pada 12 Juli 2014 di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul.
Maksud dan tujuan acara ini antara lain:
  • Mengetahui kebijakan terkait pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Memberi gambaran tentang pelaksanaan program INA CBG’S
  • Meningkatkan pengetahuan dan kualitas Tenaga Kesehatan dalam persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
  • Memperluas wawasan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan program INA CBG’S di Rumah Sakit
  • Memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i untuk mengenal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mengimplementasikan Program INA CBG’S dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam pengkodingan
Sebagai pembicara dalam acara ini antara lain:
  1. Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
  2. Perwakilan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)
  3. Pembinan PORMIKI, DR. Dra. Gemala Hatta, MRA, M.Kes
  4. Ketua Umum DPP PORMIKI, Elise Garmelia, AmdPerKes, SKM, S.Sos, M.Si
Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, harus dibentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan Undang-Undang yang merupakan transformasi keempat Badan Usaha Milik Negara untuk mempercepat terselenggaranya sistem jaminan sosial nasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui BPJS pemerintah menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional yang mengimplementasikan program INA CBG’S. Melalui INA-CBG’S diharapkan dapat meningkatkan mutu dan efisiensi rumah sakit. INA-CBG’S merupakan sistem pengelompokan penyakit berdasarkan ciri klinis yang sama dan sumber daya yang digunakan dalam pengobatan berbentuk paket yang mencakup seluruh komponen biaya RS. Berbasis pada data costing dan coding penyakit mengacu International Classification of Diseases (ICD) 10 dan ICD 9 yang disusun WHO.
Melihat adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terkait Implementasi dalam INA CBG’S terutama pada pengkodean INA CBG’S. Maka perlu adanya upaya mempersiapkan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan program JKN di masing-masing rumah sakit. Adapun tema kegiatan ini adalah Peran Tenaga Kesehatan Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Terkait Implementasi Program INA CBG’S. Acara ini diadakan untuk dapat memberikan pengenalan dan pemahaman bagi para direktur rumah sakit, dokter, perawat, praktisi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, tenaga kesehatan lainnya serta mahasiswa & pendidik dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan yang terkait dengan implementasi program INA CBG’S di Rumah Sakit.

Read More..

Rabu, 24 Agustus 2011

Peresmian Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan dan Semiloka Pengembangan Pendidikan Rekam Medis dan Infokes

Peresmian Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan dan Semiloka Pengembangan Pendidikan Rekam Medis dan Infokes

Selasa, 23 Agustus 2011

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi di bidang kesehatan menjadi pemicu meningkatnya tuntutan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Semua profesi  kesehatan harus terus meningkatkan profesinalisme termasuk profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Adanya Permenkes No.161/Menkes/Per/I/2010 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan semakin memperkuat tuntutan peningkatan mutu pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan.

Sebagai implikasi, semua institusi penyelenggara pendidikan seyogyanya menjamin kompetensi dan kehandalan dari tenaga kesehatan sebagai luaran proses belajar mengajar. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terkoordinasi antar pendidikan sejenis.

Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan (aptiRMIK)  merupakan satu-satunya wadah bernaungnya institusi penyelenggara pendidikan Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan di Indonesia, telah memiliki komitmen bersama untuk mampu menyelenggarakan proses pendidikan secara berkualitas.

Visi aptiRMIK adalah  menjadi wadah pemersatu perguruan tinggi rekam medis dan manajemen informasi kesehatan yang berorientasi pada kualitas lulusan sesuai kebutuhan masyarakat nasional dan global, pengembangan ilmu dan teknologi melalui penyelenggaraan penelitian di bidang RM-MIK.

Bahwa untuk mencapai keinginan mulia tersebut sebagai langkah awal aptiRMIK menyelenggarakan peresmian dan semiloka pengembangan pendidikan rekam medis dan manajemen informasi kesehatan.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Dipahaminya kebijakan pengembangan pendidikan lanjutan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) atau Indonesian Qualification Framework (IQF) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

  2. Dipahaminya KebijakandalamPerencanaan, Pengembangan dan Pendayagunaan  Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan RI

  3. Dipahaminya Kerangka Pengembangan Pendidikan lanjutan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

  4. Diseminasi draft akhir Kurikulum Berbasis Kompetensi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

PEMBICARA

  1. Endrotomo, Anggota Tim Penyusun KKNI dan Kurikulum Berbasis Kompetensi-Dirjen Dikti,

  2. Ka. BPPSDM Kesehatan, Kementerian  Kesehatan RI

  3. Dr. Dra. Gemala Hatta, MRA, M.Kes

  4. Anis Fuad, DEA, Konsultan Simkes-UGM

SASARAN KEGIATAN

  1. Para pengelola insitusi Pendidikan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (Yayasan, Stikes, Poltekkes, APIKES)

  2. Pimpinan Institusi Pendidikan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (Ka.Prodi, Direktur APIKES)

  3. Pimpinan Institusi Pendidikan D-IV Manajemen Informasi Kesehatan

  4. Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan peminatan rekam medis dan informasi kesehatan atau manajemen informasi kesehatan

  5. Dosen D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

  6. DPP PORMIKI

  7. DPD PORMIKI

  8. Para pemerhati pendidikan rekam medis dan manajemen informasi kesehatan


Ditengah suasana bulan Ramadhan tahun ini, di kampus Esa Unggul pekan lalu berlangsung berdirinya Asosiasi perguruan Tinggi Rekam Medis  dan Manajemen Informasi Kesehatan, Rektor UEU, Dr. Arief Kusuma, AP didampingi oleh puteri Proklamator RI, Dra. Gemala Hatta. MRA, M. Kes yang termasuk pelopor pendidikan D3 RMIK di Indonesia, ikut meresmikan berdirinya Asosiasi RMIK. Dalam kata sambutannya,” Rektor mengharapkan agar wadah organisasi ini lebih menitikberatkan programnya untuk memajukan ilmu kesehatan masyarakat, agar tepat guna sebagai institusi pendidikan ,” kata Rektor. Nantinya diharapkan menghasilakn tenaga siap pakai dibidang RMIK yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena dari Asosiasi ini kita harapkan tenaga handal dan kompeten yang mampu merespon kebutuhan masyarakat, “ kata Rektor. Seusai peresmian APTRMIK dilanjutkan dengan workshop yang membahas pengembangan pendidikan RMIK yang dihadiri sekitar 50 orang peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Dalam workshop tersebut selain mendengar beberapa materi dari para pakar, juga dikupas seluk beluk kebijiakan dalam perencanaan pengembangan dan pendayagunaan tenaga  RMIK oleh Endrotomo ( anggota Tim KKNI dan KBK Dirjen Dikti ) yang berbicara tentang tingkat kompetensi Sarjana Arsitektur dang pengalamannya bekerja di Jawa Timur. Sementara Anis Fuad, DEA lebih menekankan pada pengembangan program ke jenjang yang lebih tinggi D4 atau S1, terkait dengan standar Rekam Medis  dan pengembangan karir. (Is/Est)

 

Read More..

Peresmian Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan dan Semiloka Pengembangan Pendidikan Rekam Medis dan Infokes

Peresmian Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan dan Semiloka Pengembangan Pendidikan Rekam Medis dan Infokes

Selasa, 23 Agustus 2011

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi di bidang kesehatan menjadi pemicu meningkatnya tuntutan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Semua profesi  kesehatan harus terus meningkatkan profesinalisme termasuk profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Adanya Permenkes No.161/Menkes/Per/I/2010 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan semakin memperkuat tuntutan peningkatan mutu pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan.

Sebagai implikasi, semua institusi penyelenggara pendidikan seyogyanya menjamin kompetensi dan kehandalan dari tenaga kesehatan sebagai luaran proses belajar mengajar. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan perlu dilaksanakan secara terus menerus dan terkoordinasi antar pendidikan sejenis.

Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan (aptiRMIK)  merupakan satu-satunya wadah bernaungnya institusi penyelenggara pendidikan Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan di Indonesia, telah memiliki komitmen bersama untuk mampu menyelenggarakan proses pendidikan secara berkualitas.

Visi aptiRMIK adalah  menjadi wadah pemersatu perguruan tinggi rekam medis dan manajemen informasi kesehatan yang berorientasi pada kualitas lulusan sesuai kebutuhan masyarakat nasional dan global, pengembangan ilmu dan teknologi melalui penyelenggaraan penelitian di bidang RM-MIK.

Bahwa untuk mencapai keinginan mulia tersebut sebagai langkah awal aptiRMIK menyelenggarakan peresmian dan semiloka pengembangan pendidikan rekam medis dan manajemen informasi kesehatan.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Dipahaminya kebijakan pengembangan pendidikan lanjutan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) atau Indonesian Qualification Framework (IQF) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

  2. Dipahaminya KebijakandalamPerencanaan, Pengembangan dan Pendayagunaan  Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan RI

  3. Dipahaminya Kerangka Pengembangan Pendidikan lanjutan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

  4. Diseminasi draft akhir Kurikulum Berbasis Kompetensi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

PEMBICARA

  1. Endrotomo, Anggota Tim Penyusun KKNI dan Kurikulum Berbasis Kompetensi-Dirjen Dikti,

  2. Ka. BPPSDM Kesehatan, Kementerian  Kesehatan RI

  3. Dr. Dra. Gemala Hatta, MRA, M.Kes

  4. Anis Fuad, DEA, Konsultan Simkes-UGM

SASARAN KEGIATAN

  1. Para pengelola insitusi Pendidikan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (Yayasan, Stikes, Poltekkes, APIKES)

  2. Pimpinan Institusi Pendidikan D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (Ka.Prodi, Direktur APIKES)

  3. Pimpinan Institusi Pendidikan D-IV Manajemen Informasi Kesehatan

  4. Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan peminatan rekam medis dan informasi kesehatan atau manajemen informasi kesehatan

  5. Dosen D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

  6. DPP PORMIKI

  7. DPD PORMIKI

  8. Para pemerhati pendidikan rekam medis dan manajemen informasi kesehatan


Ditengah suasana bulan Ramadhan tahun ini, di kampus Esa Unggul pekan lalu berlangsung berdirinya Asosiasi perguruan Tinggi Rekam Medis  dan Manajemen Informasi Kesehatan, Rektor UEU, Dr. Arief Kusuma, AP didampingi oleh puteri Proklamator RI, Dra. Gemala Hatta. MRA, M. Kes yang termasuk pelopor pendidikan D3 RMIK di Indonesia, ikut meresmikan berdirinya Asosiasi RMIK. Dalam kata sambutannya,” Rektor mengharapkan agar wadah organisasi ini lebih menitikberatkan programnya untuk memajukan ilmu kesehatan masyarakat, agar tepat guna sebagai institusi pendidikan ,” kata Rektor. Nantinya diharapkan menghasilakn tenaga siap pakai dibidang RMIK yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena dari Asosiasi ini kita harapkan tenaga handal dan kompeten yang mampu merespon kebutuhan masyarakat, “ kata Rektor. Seusai peresmian APTRMIK dilanjutkan dengan workshop yang membahas pengembangan pendidikan RMIK yang dihadiri sekitar 50 orang peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Dalam workshop tersebut selain mendengar beberapa materi dari para pakar, juga dikupas seluk beluk kebijiakan dalam perencanaan pengembangan dan pendayagunaan tenaga  RMIK oleh Endrotomo ( anggota Tim KKNI dan KBK Dirjen Dikti ) yang berbicara tentang tingkat kompetensi Sarjana Arsitektur dang pengalamannya bekerja di Jawa Timur. Sementara Anis Fuad, DEA lebih menekankan pada pengembangan program ke jenjang yang lebih tinggi D4 atau S1, terkait dengan standar Rekam Medis  dan pengembangan karir. (Is/Est)

 

Read More..

Realted Posts